Lepas dari BM

by Madeali


Ahad jelang siang, 15 Mei 2011. Saya bingung mau menulis apa.

Saya hendak berbagi cerita dengan mereka yang punya minat menulis, dan “Menulislah seolah-olah besok kau mati”, dan tentu saja yang anti kekerasan. 

Saya yakin tulisan melawan yang halalkan kekerasan dan fasis di muka bumi, adalah mereka yang sedang berjuang menegakkan nilai-nilai kedamaian, keadilan dan keabadian universal nilai-nilai Ke-Tuhanan, bukankah Tuhan tidak pernah mengajari umatnya berbuat jahat?

Bila sejak Mei 2011 ini saya rutin menulis, itu karena saya berazam tetap menulis; bisa pendek bisa panjang, bisa liputan bisa non liputan,  minimal saya melatih diri menulis. Saya tidak rela kehilangan kemampuan menulis, hanya gara-gara saya malas menulis.

Memang, menulis sudah jadi semacam kebiasaan, sejak saya jadi mahasiswa dan bergabung di Bahana Mahasiswa Universitas pada Oktober 2004 hingga 3 April 2011.  Hampir tujuh tahun saya menulis untuk Bahana Mahasiswa, minimal saya mengedit tulisan.

Dari menulis saya bisa bertemu orang-orang “gila” hebat tak sekedar bicara tekstual: mulai dari intelektual, aktifis, wartawan hebat hingga masyarakat terpinggirkan. Saya juga diajak menjelajah keluar dari teks-teks pelajaran bangku kuliah, misal hukum dan keadilan. Bahwa, hidup ini butuh “konteks non tekstual” dan interaksi sosial. Saya juga harus menjelajah dunia intelektual sosialisme, komunisme, theologi, jurnalisme, human rights, ekonomi, politik hingga “lucuisme”. Paling utama, saya harus hidup bersama dinamika kebenaran masyarakat. Bukankah intelektual keilmuan di atas untuk kesejahteraan masyarakat?

Sejak di Bahana pula, saya rajin membaca buku. Minimal dua-tiga paragraf saya baca sebelum tidur bila sedang lelah. Dan itu jadi kebiasaan menjelang tidur.

Terima kasih saya untuk Bahana Mahasiswa.

Setelah lepas dari Bahana Mahasiswa, banyak rekan-rekan bertanya,”Made ngapain setelah Bahana?”

Sambil rampungkan skripsi demi memberi kebahagiaan pada Ambo’ dan indo’ku, aku mau berjuang melawan mereka yang halalkan fasis dan kekerasan di muka bumi ini, tentu saja melalui tulisan!

Salam hormatku!

Detik terakhir saya di Bahana Mahasiswa. Lepas dari BM, ya Mengabdi Pada Masyarakat!