Pansus HTI Riau

by Madeali


Usai rapat paripurna HTI DPRD Riau, massa PPRM-AMPEL luahkan kesal pada anggota dewan.

Setelah dua kali ditunda, Selasa 5 April 2011, pukul 22.10, DPRD Riau kembali taja rapat Paripurna Pembentukan Pansus HTI Riau. Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus sampaikan hingga rapat malam ini Fraksi Golkar, PDI-P dan PPP belum mengirim nama-nama guna masuk dalam Pansus HTI. Fraksi lainnya sudah mengirimkan: Fraksi Demokrat, PAN, PKS dan Fraksi Gabungan. 

Saat pernyataan sikap fraksi: Fraksi Golkar, PDIP, PPP, PKS, PAN, Fraksi Gabungan menolak pembentukan Pansus HTI Riau, hanya Fraksi Demokrat menerima. Sidang sempat diskor lima menit. Saat voting berlangsung, dari 38 anggota dewan hadir, enam anggota dewan dari fraksi demokrat menerima pembentukan Pansus HTI.

Artinya Pansus HTI gagal dibentuk. Sidang ditutup. Anggota dewan gegas keluar dari ruang sidang. PPRM-AMPEL langsung bentangkan spanduk. Mereka kecewa pada sikap anggota Dewan. Puja dari AMPEL menangis sambil berteriak, “ Kalian tidak merasasakan bagaimana tanah digusur. Orang tua kami pasti digusur oleh Rapp. Kalian anggota dewan tidak berguna.”

PPRM-AMPEL sudah hampir dua bulan bangun posko guna mengawal pansus HTI. Ternyata anggota dewan tidak peduli. Di luar pintu keluar DPRD Riau, setidaknya 20 massa PPRM-AMPEL langsung menutup pintu terali besi. Polisi langung membuka paksa. Polisi mendorong massa.

Zulkifli dari PPRM-AMPEL terjatuh diseret dan didorong polisi.

Massa tetap melawan, meski pintu berhasil dibuka. Beberapa kali aparat melayangkan tinju, menendang di tengah kerumunan massa. Ada beberapa massa terluka.