Soe Hok Gie

by Madeali


Dalam lembaran buku Soe Hok-Gie….sekali lagi, aku temukan puisi Gie. Aku baca berulang-ulang, memahami maknanya. Dan aku terdiam, berpikir, menerka: Apa yang membuat Gie mampu ‘meramalkan’ mimpinya tak pernah akan datang? Sedalam itukan empati Gie?

Saya mimpi tentang sebuah dunia,

Dimana ulama-buruh dan pemuda,

Bangkita dan berkata–stop semua kemunafikan,

Stop semua pembunuhan atas nama apapun.

Dan para politisi di PBB,

Sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu dan beras,

Buat anak-anak yang lapar di tiga benua,

Dan lupa akan diplomasi.

Tak ada lagi rasa benci pada siapa pun,

Agama apa pun, rasa apa pun, dan bangsa apapun,

Dan melupakan perang dan kebencian,

Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

Tuhan–Saya mimpi tentang dunia tadi,

Yang tak pernah akan datang.

Salem, 29 Oktober 1968

–Soe Hok-gie