Eskavator dan Camp PT RAPP dibakar massa STR (2)?

by Madeali


Wartawan Riau Televisi, harian Tribun Pekanbaru, harian Haluan Riau, harian Riau Times, Analisa, harian pagi Vokal, Lira dan Forum Pers Mahasiswa (Fopersma) Riau berkumpul mendengar dan mencatat penjelasan Konferensi Pers Serikat Tani Riau (STR) di jalan Takari Nomor 02, Sukajadi, Pekanbaru, Rabu, 1 Juni 2011, pukul 13.23.

@Madeali

Teri Hendra Chaniago, Ketua Umum KPP STR, Dessri Kurniawati Sekretris Jendral KPP STR didampingi Sugiharto kuasa hukum STR.

Dessri membuka acara. Dia bilang, konperensi ini digelar terkait pemberitaan beberapa media lokal di Riau menuduh STR dalang pelaku pembakaran dua unit eskavator dan dua camp (bedeng) milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). “STR tidak pernah beri instruksi lakukan tindakan anarkis. STR sengaja dikambinghitamkan pihak tertentu.”

Berdasarkan laporan kronologis KPD STR Kabupaten Kepualauan Meranti, aksi yang berakhir pada pukul 17.00 berjalan damai. Usai aksi, pimpinan-pimpinan aksi STR menuju Kota Pekanbaru menghadiri rapat pleno persiapan Kongres STR ke-II.

“Demikian pula dengan massaaksi lainnya, kembali menuju desa masing-masing dengan menggunakan limabuah pompong (kapal motor). Kami juga tidak tahu siapa pelaku pembakaran tersebut. Massayang mana membakar, kami tidak tahu,” tegas Dessri.

“Tak ada kaitan aksi tanggal 30 Mei 2011 dengan pembakaran. Ini selalu sudutkan STR,” sambung Chaniago.

Saat ini, lanjut Dessri, kondisi di Pulau Padang sedang terisolir. Mereka tidak bisa keluar dari pulau itu, lantaran dua akses pintu masuk dan keluar pulau melalui Pelabuhan Buton dan Pelabuhan Kurau ditutup Polres Bengkalis. Selain itu, seorang warga bernama Heri, 25 tahun, telah pula ditangkap polisi. Nazlan, 20 tahun, dan Mazlin, 18 tahun belum diketahui keberadannya. Beberapa warga juga dalam proses pemeriksaan dan pengejaran kepolisian.

“Aparat kepolisian hentikan tangkap membabi buta. Polisi harus bekerja profesional. Tidak jadi alat perusahaan. Jika tidak, upaya kami akan laporkan tindakan membabi buta polisi ke media nasional dan internasional. Pers juga harus bekerja sesuai kaedah wartawan,” kata Sugiharto. Sugiharto pamit, karena ada jadwal sidang.

Wartawan dari Analisa bertanya. “Selama ini STR kalau aksi selalu terkesan bertindak anarkis. Misal kasus Suluk Bongkal di Bengkalis?”

“Silakan lihat di media, STR tidak pernah anarkis,” jawab Dessri. Dan soal senjata tajam, Dessri bilang beberapa massaSTR memang membawa senjata, “tapi sudah kita sweeping dengan polisi pada saat sebelum aksi,” katanya. “Kami imbau kepada media agar berimbang, tidak sudutkan STR, segera lakukan verifikasi pada kami bila terkait STR.”

“Polisi secepatnya menetapkan tersangka. Agar masyarakat tidak resah,” tutup Chaniago.

Lihat juga: www.beritaterkini.com, Tribun Pekanbaru