PPRM-AMPEL-FPHR Hearing

by Madeali


Foto Oleh Aang (Bahana Mahasiswa)

Dewan Perwakilan Rakyat Riau taja hearing, Jumat 24 Juni 2011, pukul 09.40. Bagus Santoso Ketua Komisi A pimpinan hearing. Ketua DPRD Riau, sebelas anggota dewan, Suedi Husein Kapolda Riau, Kapolres Bengkalis, PT RAPP, PPRM-AMPEL-FPHR dan puluhan wartawan menyemut dalam rungan komisi A. Hearing terkait laporan Serikat Tani Riau (STR), bahwa polisi menangkap tiga warga Pulau Padang di luar aturan KUHAP. (Lihat Pernyataan Sikap STR).

suasana Hearing

Mulya Nauli, salah satu Direktur  PT RAPP, membenarkan pada 30 Mei 2011, pukul 17.00 massa aksi STR meninggalkan lokasi. Pukul 20.30 security dapat info adamassakumpul di Sei Labuh. “Gerombolanmassapakai benda tajam. Lalu pekerja dievakuasi,” katanya. Pukul 22.00, gerombolan massa datang ke lokasi, Sei Hiu, Desa Tanjung Padang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Melihat “gerombolanmassa” security berjumlah enam orang tinggalkan lokasi. Pukul 11.30, pihak polisi dan security perusahaan datang ke lokasi pasca kejadian (eskavator dan camp dibakar). “Gerombolan massa sudah tinggalkan lokasi.”

Mulya Nauli, Direktur PT RAPP

Tak ada hal baru dari pernyataan Mulya Nauli. Beberapa media lokal harian di Pekanbaru terbit pasca pembakaran menyebutmassapelaku pembkaran. Bahkan mengarah pada STR. Terkait berita media menuduh STR, Muhammad Riduan, Ketua STR Kabupaten Meranti, “Tak ada kaitan pembakaran dengan STR sebagaimana berita media yang menuduh STR.” (Lihat Fopersma Riau).

“Bahkan sesaat sebelum aksi, saya bersama jajaran Polsek Merbau mengamankan delapan goni senjata tajam,” kata Riduan. Achmad Kartiko, Kapolres Bengkalis, membenarkan kata Riduan. Achmad juga bilang puluhan kali massa STR demo aman-aman saja.

Riduan dan Antoni Fitra

Antoni Fitra, mewakili korban penangkapan, sayangkan prilaku polisi asal main tangkap tanpasurattugas. “Adaterjadi penangkapan, tapi tak adasurat tugas.”

Antoni Fitra melaporkan pasca kebakaran, tiga unit escavator mulai operasi kembali. Salah seorang karyawan PT RAPP duduk di samping saya membenarkan laporan Antoni.

Suedi Husein, Kapolda Riau

“Praperadilan bila salah,” kata Suedi Hasan Kapolda Riau. “Saat penangkapan adasurattugas,” kata Kapolres Bengkalis pada saya saat hearing tengah berlangsung. Saya minta suratnya, dia tak mau memberi, dia bilang, “Pokonya ada surat.”

Achmad Kartiko, Kapolres Bengkalis

Bagaimana proses hukum selanjutnya? “Saat ini kita colling down dulu,” kata Kapolres Bengkalis.

Usai hearing, Gigin dari Forum Penyelamat Hutan Riau (FPHR) juga coordinator aksi hari itu, meminta komitmen Kapolda Riau meneken di atas lembaran kertas berbentuk Petisi.

“Kami minta komitmen Bapak sekarang, tandatangani petisi ini,” kata Gigin sambil sodorkan kertas Petisi.

“Secara pribadi saya mau. Tapi saya sebagai Kapolda tak bisa. Itu satu pihak namanya,” jawab Kapolda. Ia melihat isi petisi atas nama Kapolda.

“Kalo begitu saya coret Kapolda, jadi nama Bapak pribadi,” tantang Gigin. “Tak bisa. Saya tegaskan tanpa Petisi ini pun saya komitmen,” jawab Kapolda.

Lihat juga blog: Muhammad Riduan