Melbourne 31

by Madeali


Hari ke lima belas di Melbourne

Suasana blogging dengan Naysa Bahfen

HARI INI  kami belajar multimedia platforms, blogging and social media dengan Ms Naysa Bahfen, dosen di RMIT’s School of Journalism. Bahfen bicara sekilas  blog hingga perkembangan blog, juga sosial media lainnya ; facebook, twitter, youtube, blogging. Bahfen setidaknya 30 tahun tinggal di Australia. 

Ini menarik sekali. Sebab, bagi saya blog salah satu cara melawan media mainstream di Indonesia yang selalu bias memberitakan soal HAM ( self determination dan kebebasan beragama)  dan  Kejahatan Lingkungan Hidup (kasus SP3 di Riau).

LANTAS, Bahfen mengajari 13 peserta Reporting Climate Change and the environment workshop ditaja oleh Asia Pacific Journalism Centre membuat sebuah weblog menggunakan wordpress.com. WordPress muncul pertama kali pada 2003 hasil kerja keras Matt Mullenweg dengan Mike Little.

WordPress makin terkenal, selain karena banyak fitur dan tampilan  menarik,  juga karena dukungan komunitas terhadap perangkat lunak  sumber terbuka untuk blog. (wikipedia).

Bahfen (jilbab) dan Putri (kacamata) memberi petunjuk pada Luke Guterres, Monalisa Palu dan Anisah Issimel mengoperasikan wordpress.

Bahfen membuka Weblog APJC Reporting Climate Change untuk memulai membuat weblog. Semua peserta diajari membuat weblog. Saya menggunakan blog sejak April 2011, usai dapat materi soal New Media dengan Andreas Harsono.

Mereka kok kompak ya?

Saya kira, hanya peserta dari Indonesia yang sudah memiliki weblog (wordpress dan blogspot). Peserta dari Asia Pasifik macam negara Papua Nugini, Fiji,  Solomon, Samoa, Kiribati, Timor Leste, dan Tonga tampak baru membuat akun baru wordpress.com. Bahfen mengajari mereka satu persatu mengoperasikan wordpress. Namun, untuk  sosial media lainnya, semua perserta memiliki facebook.

Saya kira, saya akan wawancara mereka satu persatu, kenapa belum menggunakan weblog.