LAM Riau datangi Posko Bakar Diri

by Madeali


Al Azhar, Ketua LAM Riau kunjungi Posko Relawan Bakar Diri 

Al Azhar, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau berkunjung ke Posko. Bakar Diri 10 petani warga Pulau Padang di depan DPRD Propinsi Riau, petang Senin 1 Juli 2012. Al Azhar besama pengurus LAM Riau. Saya juga melihat Taufik Ikram Jamil, sastrawan Riau, juga mantan wartawan Kompas. Wartawan juga hadir di tengah pertemuan itu.

Al Azhar memakai baju kurung (koko), bersongkok hitam masuk dalam Posko. Ia disambut Ridwan, Ketua STR Riau dan wwarga yang hendak bakar diri. Kondisi posko, dipenuhi tas, pakaian tampak digantung pada sebuah tali dan sekotak indomi.

Al Azhar langsung ke pokok soalan hasil pertemuan LAM dan STR terkait aksi hendak bakar diri pada Sabtu, 30 Juni 2012 di LAM lalu. “Sesuai kesepakatan. Sebab musabab SK 327, kalo tak bisa dibatalkan, direvisi. Dasarnya SK 327 bermasalah, sebab ada ideologi ekologis yang dilanggar dalam SK itu,” kata Al Azhar.

Atas dasar itu, LAM Riau kembali inisiasi pertemuan, karena ada beberapa data hendak diverifikasi dan diupdate LAM Riau terkait SK 327 dengan pihak terkait seperti Dishut Riau yang getol melawan SK 327. Hasil verifikasi itu akan jadi temuan LAM. “Dan temuan itu jadi dasar LAM untuk memutuskan langkah LAM Riau bersama MUI Riau dan FKPMR. Salah satu
langkah kita, akan ujimateri SK 327 ke Mahkamah Agung atau ke Mahkamah Konstitusi,” namun, keputusan konkritnya pada Selasa, 3 Juli 2012 di LAM Riau. LAM mengundang STR untuk hadir.

“Posisi LAM tak lebih baik dari kalian (warga Pulau Padang). Kita tak anggap kita punya kekuasaan tertentu untuk mengubah sesuatu. Hati nurani kita, tak mau sejengkal tanah kita diambil orang. Itu prinsip LAM Riau. Itu pun kalau LAM Riau masih punya wibawa, dihormati dan dihargai oleh rakyat Riau.”

“Meski berat saya sampaikan, tapi harus saya sampaikan juga. Orang-orang tue kite di LAM berharap kalian urungkan niat tidak bakar diri dan kembali ke desa. Kami di LAM akan berjuang untuk kalian,” kata Al Azhar.

Ridwan menyambut baik perhatian LAM Riau yang hendak bantu mereka. Ridwan akan diskusikan terkait soal urungkan niat bakar diri.

“Kami membuka diri dengan LAM. Sila proses itu jalankan. Saran saya, jangan lagi bahas dari awal soal SK 327. Semua sudah jelas bahwa SK 327 bermasalah dari secara aturan dan hukum.”

Satu jam lebih pertemuan dalam posko itu. Beberapa menit sebelum Al Azhar datang ke posko, saya sempat diskusi dengan Ridwan. Ia bilang, “Kami berjuang untuk hidup, bukan untuk mati. Bakar diri adalah niat kami. Bila tuntutan kami tak dipenuhi juga, kami pastikan bakar diri di Jakarta. Itu Sikap terakhir kami. SK 327 itu yang menyebabkan kami melakukan membakar diri.”

Siang ini, 2 Juli 2012. Rekan-rekan STR kirim sms,” Relawan aksi Bakar Diri masyarakat Pulau Padang berterima kasih atas perhatian kepada kami upaya Lembaga Adat Melayu Riau, MUI Riau, FKPMR, yang akan beri fasilitasi dan uji materi terkait SK Menhut 327 tahun 2009. Namun, jika tak menyelesaikan, kami tetap akan berangkat ke Jakarta tanggal 3 Juli 2012,” Sekjen STR.