Topografi dan Demografi Pulau Padang (1)

by Madeali


Ada 7.712 Kepala Keluarga di 13 desa di Pulau Padang, 
dominan mata pencaharian sebagai petani sagu dan karet bergantung pada hutan

Pulau Padang terletak di sebelah timur Pulau Sumatera,  dipisahkan dengan Selat Panjang, dengan batas wilayah sebagai berikut :

  1. Sebelah barat dengan pulau Sumatera
  2. Sebelah timur dengan pulau Merbau
  3. Sebelah tenggara denan pulau Rantau
  4. Sebelah Utara dengan pulau Bengkalis

Panjang Pulau Padang dari utara ke Selatan adalah 60 km, lebarnya 29 km dan sebagian besar merupakan areal dengan topografi datar atau landai dengan ketinggian 0-6 m dpl.

Berdasarkan wilayah administratif pemerintahan, Pulau Padang termasuk wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Propinsi Riau. Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan kabupaten termuda di Propinsi Riau yang baru berdiri tahun 2009 sebagai pemekaran wilayah Kabupaten Bengkalis. Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri dari 13 pulaupulau kecil yaitu pulau Tebing Tinggi, Pulau Padang, Pulau Merbau, Pulau Ransang, Pulau Topang, Pulau Manggung, Pulau Panjang, Pulau Jadi, Pulau Setahun, Pulau Tiga, Pulau Baru, Pulau Paning, dan Pulau Dedap.

Sebagai daerah Kepulauan, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah yang terdiri dari daratan-daratan rendah, dengan ketinggian rata-rata sekitar 1-6,4 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini juga terdapat beberapa sungai dan tasik (danau) seperti Sungai Siur dan Tasik Nembus di Pulau Tebing Tinggi; Sungai Merbau, Sungai Selat Akar dan Tasik Putri Puyu di Pulau Padang; Tasik Air Putih dan Tasik Penyagun di Pulau Rangsang.

Gugusan daerah pulau ini terdapat beberapa pulau besar seperti Pulau Tebingtinggi (1.438,83 km2), Pulau Rangsang (922,10 km2), Pulau Padang (1.109 km2) dan Pulau Merbau (1.348, 91 km2).

Sebelum pemekaran, Kecamatan Merbau terdiri dari Pulau Padang, Pulau Merbau dan Pulau Dedap. Namun setelah pemekaran Kecamatan Merbau tinggal Pulau Padang dan Pulau Dedap. Pulau Padang terdiri dari 13 desa dan 1 kelurahan, dan semuanya termasuk wilayah Kecamatan Merbau. Sedangkan untuk wilayah Pulau Dedap (luas sekitar 2 ha) kondisinya tidak berpenghuni.

Pulau Padang terbagi atas 14 desa, uraian singkat terhadap 14 desa ersebut disajikan sebagai berikut:

  1. Kelurahan Tanjung Belitung. Jumlah Penduduk : 1.179 KK / 5.120 jiwa. Suku : Melayu (75%), Jawa, Akit, Batak, Padang, Sunda, Lombok, Bugis, Cina. Agama : Islam (90%). Mata Pencaharian : Petani Karet (70%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  2. Desa Tanjung Padang. Jumlah Penduduk : 400 KK. Suku : Melayu (80%), Akit (15%) dan Jawa, Batak,dll (5%). Agama : Islam (85%) dan lainnya beragama Kristen, Budha dan konghucu. Mata Pencaharian : Petani Karet (70%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  3. Desa Dedap. Jumlah Penduduk : 638 KK / 2.590 jiwa. Suku : Banjar (70%), Melayu (20%), Jawa, Cina dan Akit (10%). Agama : Islam (85%) dan lainnya beragama Kristen, Budha dan konghucu. Mata Pencaharian : Petani Karet (70%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  4. Desa Kudap. Jumlah Penduduk : 560 KK / 2.590 jiwa. Suku : Akit (70%), Melayu (30%), Jawa (25%), Cina, Batak, Padang dan Banjar (5%). Agama : Islam (55%), Budha (45%) dan Kristen. Mata Pencaharian : Petani Karet (70%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  5. Desa Bandul. Jumlah Penduduk : 812 KK. Suku : Melayu (80%), Akit, Jawa, Cina, Batak, Padang (20%). Agama : Islam (95%), Budha dan Kristen. Mata Pencaharian : Petani Karet (80%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  6. Desa Selat Akar. Jumlah Penduduk : 574 KK / 2.406 jiwa. Suku : Melayu (90%), Jawa, Cina, Batak, dll. Agama : Islam (85%), Budha, Kristen dan Konghucu (15%) Mata Pencaharian : Petani Karet (80%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  7. Desa Mengkopot. Jumlah Penduduk : 636 KK / 2.245 jiwa. Suku : Melayu (85%), Jawa, Akit, Cina, Batak, Padang (15%). Agama : Islam (95%), Budha dan Kristen Mata Pencaharian : Petani Karet (60%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  8. Desa Bagan Melibur. Jumlah Penduduk : 716 KK / 2.915 jiwa. Suku : Melayu (75%), Melayu, Akit, Batak, Lombok, Bugis, Cina (10%). Agama : Islam (98%), Budha, Kristen. Mata Pencaharian : Petani Karet (60%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  9. Desa Mengkirau. Jumlah Penduduk : 537 KK / 2.186 jiwa. Suku : Melayu (90%), Jawa, Cina, Batak, dll (10%). Agama : Islam (95%), Budha dan Kristen.  Mata Pencaharian : Petani Karet (60%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  10. Desa Mekar Sari. Jumlah Penduduk : 273 KK. Suku : Melayu (50%), Jawa (40%), Akit, Batak, Lombok, Bugis, Cina (10%). Agama : Islam (90%), Budha, Kristen. Mata Pencaharian : Petani Karet (70%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  11. Desa Pelantai. Jumlah Penduduk : 485 KK / 2.192 jiwa. Suku : Melayu (55%), Jawa (45%). Agama : Islam (100%). Mata Pencaharian : Petani Karet (80%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  12. Desa Meranti bunting. Jumlah Penduduk : 354 KK. Suku : Melayu (95%), Jawa, Lombok (5%). Agama : Islam (100%). Mata Pencaharian : Petani Karet, Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.
  13. Desa Teluk Belitung
  14. Desa Lukit. Jumlah Penduduk : 548 KK / 2.192 jiwa. Suku : Melayu, Jawa, Akit (90%), Cina, Padang, Bugis, tapanuli (10%). Agama : Islam (95%), Budha dan Kristen (5%). Mata Pencaharian : Petani Karet (80%), Petani Sagu, buruh, nelayan, pedagang, guru, PNS.

Sumber: Cetakan Laporan Tim Mediasi dari LAM Riau