Pro Kontra Masyarakat Kehadiran PT RAPP (7)

by Madeali


Fakta di lapangan, masyarakat terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu Masyarakat yang Pro dan Masyarakat yang Kontra terhadap HTI PT. RAPP di Pulau Padang. Pendapaat dua kelompok masyarakat tersebut diuraikan sebagai berikut:

 

Masyarakat yang Kontra

Tim Mediasi melakukan pendalaman di kasus Pulau Padang, khususnya terhadap 3 desa yaitu: desa Lukit, Desa Mengkirau dan Desa Merbau, tetapi untuk desa lain tim mediasi menggali informasi dari tokoh-tokoh masyarakat. Berdasarkan informasi awal yang tim kumpulkan pada tiga desa ini adalah episentrum penolakan terhadap keberadaan perusahaan PT. RAPP di Pulau Padang dan hampir semua tokoh gerakan ini bertempat tinggal di tiga desa ini.

Meskipun demikian, berdasarkan pertemuan wawancara dengan tokoh masyarakat di Jakarta yaitu Ridwan dan Isnadi Esman serta kawan-kawan, mereka menyatakan bahwa yang melakukan penolakan adalah 12 (dua belas) desa di Pulau Padang.

Dalam wawancara di lapangan, masyarakat menyatakan bahwa penolakan dari desa-desa diluar tiga desa yang didalami ini lebih pasif.

Inti masalah yang menyebabkan penolakan masyarakat Pulau Padang khususnya pada tiga desa ini dan beberapa tokoh dari desa lain terhadap perusahaan karena menurut mereka kehadiran perusahaan akan mengakibatkan cepatnya penurunan tanah sehingga kedepan akan
mengakibatkan tenggelamnya Pulau Padang dan akan hilangnya hak kepemilikan tanah masyarakat yang sudah lama mereka kelola.

 

Masyarakat yang Pro

Dari pertemuan dan dialog dengan perangkat desa dan masyarakat desa Tanjung Padang di rumah Kepala Desa Tanjung Padang, dan beberapa tokoh desa Lukit di Selat Panjang, diperolah data/info :

  1. Mereka mendukung dan dapat menerima kehadiran HTI PT.RAPP di wilayah desa mereka karena yakin akan memperoleh banyak manfaat.
  2. Manfaat yang sudah nyata :
  • Penyerapan tenaga kerja bagi warga mereka antaralain bidang penanaman HTI, Satpamhut. Total tenaga kerja RAPP disana sekitar 300 orang.
  • Penanaman HTI seluas + 1.050 Ha yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan.
  • Bantuan dana CSR berupa biaya sekolah/beasiswa murid sekolah serta infrastruktur/sarana umum.
  • Pembuatan kanal-kanal ecohydro yang terbukti mengurangi banjir.
  • Sagu hati (ganti rugi lahan masyarakat)
  • Kemitraan dengan koperasi desa berupa pemberian kontrak penyediaan transportasi antar jemput (6 speed boat) bagi karyawan.
  • PT.RAPP akan membangun/menanam tanaman kehidupan bagi masyarakat seluas 1.900 Ha dan 1.100 Ha (total 3.000 ha).
  • Mereka sangat resah dengan sepak terjang oknum-oknum STR yang sangat militan yang mengancam masyarakat yang tidak mendukung perjuangan STR serta penyebaran informasi yang tidak benar (menjelek-jelekan PT.RAPP melalui penyayangan Video).
  •  Akibat butir 4, masyarajat di Desa Lukit terbelah dua menjadi kelompok yang mendukung STR (bersikap militant/agresif) dan kelompok yang mendukung HTI PT.RAPP (bersikap menahan diri).
  • Kelompok masyarakat yang mendukung HTI mengharapkan agar PT. RAPP tetap diizinkan menjalankan usaha (pembangunan HTI) di Pulau Padang.