Made Ali

Aku. Buku. Perlawanan!

Month: Februari, 2013

Belasan Karyawan Lampung Tv Dipecat, karena Mendirikan Serikat Pekerja.

Ironis. Di luar, Harry Tanoesoedibjo mengesankan diri sebagai agen perubahan, tetapi di dalam internal perusahaan MNC Grup, ia mem-PHK belasan karyawan Lampung TV karena mendirikan Serikat Pekerja. Eksekusi dilakukan oleh anak buah Harry Tanoe, M Arief Suditomo, Direksi PT Sun Televisi Network, dan stafnya, yang terdiri dari Wijaya Kusuma dan Syafrudin Siregar, pada pertemuan dengan karyawan PT Lampung Mega Televisi di Bandarlampung, Senin, 4 Februari 2013.  Baca entri selengkapnya »

Iklan

Petisi Online: Batalkan Pengesahan RUU Ormas!

Ikuti Petisi ini di: Batalkan Pengesahan RUU Ormas!

To: 

Abdul Malik Haramain, Ketua Pansus RUU Ormas
Sumaryati Aryoso, Anggota Panja RUU Ormas
Nurhasan Zaidi, Anggota Panja RUU Ormas
Tjahjo Kumolo, Ketua F-PDI P
Eva Sundari, Anggota F-PDIP
Ganjar Pranowo, Anggota FPDIP
Marzuki Ali, Ketua DPR RI
Pramono Anung, Wakil Ketua DPR
Teguh Juwarno, Komisi V DPR RI
Teguh Juwarno, Komisi V DPR RI
Didi Irawadi Syamsudin, Komisi III DPR RI
Arif Wibowo

Saat ini, DPR dan Pemerintah sedang membahas Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Masyarakat (RUU Ormas) yang berpotensi membatasi hak semua orang untuk berkumpul dan berorganisasi. Siapapun anda, baik warga negara Indonesia maupun bukan warga negara Indonesia, ketika berkumpul bersama dua orang lain, memiliki kesamaan tujuan dan minat, maka anda wajib mendaftarkan komunitas, kelompok maupun organisasi anda ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), atau Gubernur, atau Bupati/Walikota dan harus membuat akta notaris. Tidak hanya itu, apapun komunitas atau kelompok anda harus memenuhi banyak syarat, seperti membuat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), surat pernyataan tidak berafiliasi dengan partai politik, untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Setiap komunitas atau kelompok yang ada di Indonesia harus memiliki SKT menurut RUU ini. Jika tidak, maka komunitas, kelompok atau organisasi anda tidak dapat beraktifitas.  Baca entri selengkapnya »

Video Amatir: Perambahan Hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau

Oleh Made Ali (Kontributor Riau), February 18, 2013 1:28 am

Hutan di tengah Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, rusak semakin parah. Video berdurasi 18 menit ini menggambarkan nestapa hutan TNTN dengan cara dibakar lantas beralih fungsi menjadi tanaman sawit dan karet yang dilakukan oleh perambah dominan bukan masyarakat tempatan.

Perambah yang tinggal di dalamnya, seringkali tak tahu kebun sawit yang mereka kelola berada dalam kawasan TNTN. Seorang petani bahkan membeli lahan sawit seluas 18 hektare dari Ninik Mamak Bathin Hitam atau masyarakat hukum adat asli Pelalawan. Mereka berdua keberatan jika dibilang perambah dan mengaku mustahil keluar dari TNTN, lantaran hanya kebun sawit ini tempat mereka bergantung hidup.

WWF merinci, puncak perambahan mulai meningkat tajam pada 2006 sekitar 14.164,85 hektar. Pada 2008 mencapai 14.704,06 hektar, paling luas pada tahun 2009 mencapai 16.305,06 hektar. Hingga tahun 2011 luas perambahan mencapai 52.266,50 hektar telah menjadi kebun kelapa sawit sekitar 36.353,50 hektar, tanaman karet capai 993.000 hektar.

Menurut hasil investigasi Balai TNTN dan WWF Riau, sekitar 2.279 Kepala Keluarga telah menetap dalam kawasan TNTN: 2.176 (95 persen) KK merupakan pendatang dari luar desa sekitar TNTN dan hanya 666 KK (5%) masyarakat sekitar kawasan TNTN.

Tesso Nilo ditetapkan sebagai taman nasional melalui perubahan fungsi dari Hutan Produksi Terbatas seluas 83.068 hektar oleh Kementerian Kehutanan. Kawasan ini memiliki tingkat keragaman hayati sangat tinggi. Ada sekitar 360 jenis flora tergolong dalam 165 marga dan 57 suku untuk setiap hektarnya. Tesso Nilo juga dikenal sebagai habitat bagi beraneka ragam jenis satwa liar langka, seperti Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), berbagai jenis Primata, 114 jenis burung, 50 jenis ikan, 33 jenis herpetofauna dan 644 jenis kumbang.

Sumber: Mongabay Indonesia

WWF Desak APRIL Hentikan Penghancuran Hutan Tropis di Indonesia

JAKARTA – Setelah hari Selasa lalu (5/2) Asia Pulp & Paper mengumumkan komitmennya untuk menghentikan semua aktivitas pembukaan lahan di hutan alam dan lahan gambut Indonesia, kini giliran APRIL yang disorot.

“Saat ini APRIL merupakan pelaku pembukaan hutan alam terbesar diantara produsen pulp lainnya di Indonesia”, kata Nazir Foead, Direktur Konservasi WWF-Indonesia. “Kami mendesak perusahaan itu untuk segera mengubah model bisnis mereka yang tidak lestari dan berhenti melakukan kegiatan pengeringan lahan gambut dan membuka hutan alam”. Baca entri selengkapnya »

Abbas Jamil: LAM Tidak Paham Petuah Melayu

Kolonel Purnawirawan Abbas Jamil, Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau.

SETIAP warga dan masyarakat berhak menyampaikan aspirasi tidak ada kekuatan apapun yang menyekap untuk menyampaikan hak-hak masyarakat, apa yang dilakukan empat orang anak kemenakan dan cucu kita itu, saya rasa tidak ada masalah, karena hingga saat ini belum ada maklumat yang menjelaskan bahwa LAM steril dari penyampaian aspirasi masyarakat. Baca entri selengkapnya »

Perambahan TN Tesso Nilo: Ruwet Tata Ruang dan Mandul Hukum Terus Undang Pendatang Gelap

Oleh Made Ali (Kontributor Riau),  February 12, 2013 1:53 am

Ban mobil melumat jalan koridor PT RAPP di Gunung Sahilan. Sopir sesuka hati memacu bak melintasi jalan tol di jalan yang berwajah buruk ini. Dari kawasan Gunung Sari, Kabupaten Kampar, Mongabay Indonesia bersama lima wartawan lain tengah menuju ke Kabupaten Kuantan Singingi perbatasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan untuk melihat langsung deforestasi akibat perambahan yang terjadi di dalam Taman Nasional Tesso Nilo tanggal 22-23 Januari 2013 silam. Baca entri selengkapnya »

Surat Terbuka Forum Indonesia untuk Keadilan Agraria kepada Presiden Republik Indonesia untuk Penyelesaian Konflik Agraria

Bapak Presiden yang kami hormati,

Setelah mengikuti dengan saksama perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini terkait dengan konflik agraria di berbagai wilayah kepulauan Indonesia, maka kami sebagai pengajar, peneliti dan pemerhati studi agraria di Indonesia yang bergabung dalam Forum Indonesia untuk Keadilan Agraria, menyatakan keprihatinan yang mendalam. Berdasarkan kajian, pengalaman dan pengamatan kami terhadap persoalan agraria, kami sampaikan pendapat dan usulan kepada Bapak, sebagaimana butir-butir di bawah ini. Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: