Abbas Jamil: LAM Tidak Paham Petuah Melayu

by Madeali


Kolonel Purnawirawan Abbas Jamil, Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau.

SETIAP warga dan masyarakat berhak menyampaikan aspirasi tidak ada kekuatan apapun yang menyekap untuk menyampaikan hak-hak masyarakat, apa yang dilakukan empat orang anak kemenakan dan cucu kita itu, saya rasa tidak ada masalah, karena hingga saat ini belum ada maklumat yang menjelaskan bahwa LAM steril dari penyampaian aspirasi masyarakat.

Disatu sisi adanya pembentangan spanduk itu dikarenakan anak kemenakan kita yang merupakan pelaku itu tahu jika Gedung LAM juga ranah mereka dan semua masyarakat yang memilki itu. Jadi tidak salah jika mereka menyampaikan aspirasi itu.

Jika memang pemuka-pemuka di LAM itu bijaksana dan tahu tunjuk ajar melayu yang sebenarnya saya rasa tidak akan terjadi kekerasan dan pemukulan kepada anak kemenakan kita yang dianggap salah itu. Karena walaupun mereka salah tetap saja mereka itu anak kemenakan dan cucu kita bersama, sama halnya dengan pejabat Pemerintah itu merupakan anak dan kemenakan dari LAM itu juga.

Jika kita bicara petuah melayu, LAM sebagai penyelenggara acara silaturrahmi itu seharusnya menegur dengan cara orang melayu sebenarnya itu, misalnya “adek-adek tolong spanduknya digulung nanti aspirasi adek-adek akan kami sampaikan” bukan main pukul dan hajar langsung. Kita punya etika apalagi didalam ranah gedung LAM. Saya kira disana itu orang-orang yang mengetahui semua.

Jika alasan luapan emosi karena adanya tulisan cacian terhadap Rusli zainal, saya kira itu kurang tepat karena mereka itu baik anak-anak mahasiswa yang membentangkan spanduk dan pejabat Pemerintah yang hadir itu merupakan anak kemenakan dan cucu kita bersama.

Saya jujur sangat menyayangkan sikap pemukulan dan penyekapan aspirasi dari anak kemenakan dan cucu kita itu. Ditambah lagi tindakan yang melarang wartawan dan awak media untuk mengabadikan gambar untuk diketahui publik, Itukan sudah jelas menyalahi aturan demokrasi yang ada.

Kalau seperti ini, apa bedanya dengan orde baru zaman Suharto dulu. Aspirasi rakyat selalu disekap dan dilawan dengan tangan besi kekuatan penguasa.

Saya minta kelompok yang mendukung Gubernur Riau itu berjiwa besar dan selesaikan masalah ini dengan jernih jangan sekali-sekali memaksakan kehendak dan hak demokrasi orang ditiadakan. Saya tahu pertemuan ini juga milik masyarakat Riau, bukan hanya bersifat khusus saja.

Kalau alasan LAM bukan pada tempatnya menyampaikan aspirasi, saya kira seharusnya LAM yang menampung aspirasi itu. LAM itu punya rakyat, semua bisa berhak untuk masuk ke LAM. Saya juga tidak memahami apakah LAM itu steril dalam menyampaikan pendapat seperti itu. Si anak dan kemenakan kita itu merasa LAM punya mereka juga.

Jika saya hadir dalam acara itu, jujur saya yang pertama sekali membela anak kemenakan dan cucu yang dianggap salah itu. Karena tidak ada cerita dalam budaya melayu itu kekerasan dan memukul. Seharusnya bijaklah jadi panutan masyarakat.

Untuk Rusli zainal saya sampaikan hadapilah masalah ini secara jantan, berdoa kepada tuhan mudah-mudahan memberikan kekuatan. Itu baru sportif namanya. Jangan cuma pidato di sana-sini dan mengumbar prestasi dan tidak meminta maaf atas kesalahan dia kepada masyarakat. Kemudian membuat acara dadakan yang akan menimbulkan konflik di masyarakat. Buktinya seperti yang terjadi di LAM itu.

Saya juga merasakan prihatin sedalam-dalamnya atas ditetapkan tersangka oleh KPK kepada Gubernur Riau. Kepada RZ dan keluarga agar tabah, mudah-mudahan tuhan berikan petunjuk.

Menurut kacamata saya, Ini semua diakibatkan Imbas dari warkah maklumat Tenas Efendi yang berisi empat butir itu yang dikirim kesejumlah Media. LAM harus mau menempatkan diri sebagai pengayom anak kemenekan dan pejabat, karena fungsi LAM itu sendiri pengayom pelindung masyarakat. Seharusnya LAM juga harus turunlah untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi.

Sebelumnya pada hari senin jam dua siang saya menerima undangan acara di LAM itu, begitu membaca undangan, silaturrahmi gubernur dan LAM, timbul dalam pikiran saya bakal ada yang terjadi karena sebelumnya LAM juga memberikan Warkah maklumat kepada masyarakat. Bahwa saya sinyalir ini akan terjadi. Saya sengaja tidak hadir karena tidak bisa dimasuk akal acara dadakan itu.(*)

Sumber: News Analisis, Tribun Pekanbaru

Berita Terkait:
Pertemuan Gubernur dan LAM Riau Ricuh
Ada yang Aneh di Upacara Akbar Kantor Gubernur Kemarin, Apa itu ..?

Gubernur Enggan Tanggapi Aksi Spanduk ‘Bapak Koruptor’