Made Ali

Aku. Buku. Perlawanan!

Month: April, 2013

Riau di atas Awan

Saya memotret satu sisi Bandara Sultan Syarif Kasim. Ia bersolek  menjadi bandara Internasional jelang PON 18 di Riau tahun 2012. Ikonnya: sawit.

DSC00341

 

PON yang sampai detik ini masih hangat jadi perbincangan masyarakat Riau karena Anggota DPRD, Kontraktor dan Gubernur Riau ditetapkan sebagai  tersangka oleh KPK. Khusus Gubernur Riau, ia tersangka korupsi PON juga korupsi kehutanan RKT Pelalawan dan Siak tahun 2004. Ironisnya, Ia belum ditahan KPK. Korupsi kehutanan, penyebab utama hutan Riau gundul. Baca entri selengkapnya »

Tanggapan RPHK terhadap verifikasi lapangan TFT dan APP:

Siaran Pers Relawan Pemantau Hutan Kalimantan (RPHK)

Dirilis 9 April 2013

Komitmen Forest Conservation Policy (FCP) sebaiknya libatkan semua pihak terkait, serta sebenar-benarnya melindungi hutan dan lahan gambut

PONTIANAK – Relawan Pemantau Hutan Kalimantan (RPHK) menilai laporan sanggahan dari The Forest Trust (TFT) mewakili pihak Asia Pulp & Paper (APP), masih perlu diklarifikasi secara lebih komprehensif dengan melibatkan semua pihak yang disangkakan TFT, baik perusahaan sawit, tambang bauksit, pemerintah kabupaten, maupun masyarakat yang dituduh menerima kayu penebangan hutan. Baca entri selengkapnya »

Menggugat APBD Riau 2013 “Ketika APBD Tidak Untuk Sebesar-Besarnya Kemakmuran Rakyat”

Koalisi Hak Rakyat atas APBD (Kharkat APBD) Provinsi Riau, memastikan akan mengajukan permohonan Judicial Review (Uji Materi) Peraturan Daerah (Perda) APBD Provinsi Riau tahun 2013 ke Mahkamah Agung (MA). Koalisi Kharkat APBD ini, terdiri dari Fitra Riau, JIKALAHARI, AJI PEKANBARU, BEM UR, YLBH LBH Pekanbaru, Forpersma, Walhi Riau, Riau Corruption Trial serta beberapa Akademisi.

Demikian disampaikan Usman, Koordinator Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau, pada Konferensi Pers, yang digelar di Kantor FITRA Riau, Kamis (4/4). Dalam Konferensi Pers tersebut, sekaligus dilaksanakan penyerahan berkas gugatan (Judicial review) lengkap dengan bukti-bukti, kepada kuasa hukum, Suryadi, SH dan Yadi Utokoy untuk diteruskan ke MA di Jakarta.  Baca entri selengkapnya »

APP menyamarkan deforestasi masa silam di Sumatera

Evaluasi independen menemukan kebijakan konservasi hutan perusahaan tak lebih dari sekadar
deklarasi “deforestasi terencana sudah tuntas” di Sumatera

Pekanbaru, Sumatra – Satu analisa baru oleh Eyes on the Forest (EoF) menemukan bahwa “kebijakan konservasi hutan” yang diterbitkan pada Februari oleh salah satu produsen pulp dan kertas terbesar dunia, Asia Pulp & Paper (APP) dari Sinar Mas Group, tampaknya menjadi upaya lainnya menyembunyikan deforestasi dan kerusakan hutan cukup luas yang diakibatkan oleh perusahaan selama hampir tiga dekade beroperasi di Sumatera.

“Analisa terkini kami menemukan bahwa kebijakan itu melindungi paling banyak 5.000 hektar hutan alam di Provinsi Riau, satu kontras kentara dengan lebih dari 1,4 juta hektar deforestasi yang kami perkirakan disebabkan produksi pulp perusahaan di provinsi ini, ujar Muslim Rasyid dari Jikalahari. Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: