Areal Perusahaan HTI Kembali Terbakar Di Riau

by Madeali


EYES ON THE FOREST merilis per tanggal 20-13 Juli 2013 total ada 220 hotspot kembali bermunculan di areal Hutan Tanaman Industri (HTI) milik grup Asia Pulp and Paper (APP) dan APRIL.  Ada dua belas perusahaan HTI terpantau sejumlah 156 titik api milik grup APP dan enam belas perusahaan HTI terpantau sejumlah 64 titik api milik grup APRIL.

Hotspot HTI Riau July 2013 April

Tidak hanya data satelit pada 10 Juli 2013, Eyes on the Forest  menerbitkan foto-foto perjalanan verifikasi lapangan yang dilakukan pada tanggal 17, 27 dan 28 Juni 2013 di areal HTI yang sedang terbakar milik Grup APP dan APRIL.  

Sepanjang Juni 2013, Eyes on the Forest  mencata 9.236 titik api (hotspots) di Sumatera di antara tanggal 1 dan 28 Juni. Sejumlah 89% tercatat di provinsi Riau (8.229). Mayoritas titik api yang tercatat berada di lahan gambut. “Ini menunjukkan adanya emisi karbon besar-besaran,” kata Afdhal Mahyuddin dari Eyes on the Forest .

Akasia terbakar di kanal 15 PT RUJ. Foto oleh Made Ali

Akasia terbakar di kanal 15 PT RUJ. Foto oleh Made Ali

Mongabay Indonesia berkesempatan turun langsung melihat areal HTI terbakar milik Grup APP di Rokan Hilir akhir Juni 2013 lalu.   

HARI ITU, JUMAT 28 JUNI 2013 asap putih terus keluar dari kedalaman gambut. Butuh sekitar dua kilo meter berjalan kaki untuk sampai ke areal itu di Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir.  Saya menginjakkan kaki tepat di areal kanal 14,5. Api juga terlihat membakar  kanal 15 dan kanal 16,5  milik PT Ruas Utama Jaya yang sedang terbakar.  Paling parah akasia terbakar di kanal 15. Di kanal 16,5 hutan lindung dan wind break PT RUJ ikut terbakar.

Patok batas TFT APP tidak terbakar di tengah areal terbakar di kanal 14,5 PT RUJ. Foto Made Ali

Patok batas TFT APP tidak terbakar di tengah areal terbakar di kanal 14,5 PT RUJ. Foto Made Ali

Saya menyaksikan kayu arang akasia tergeletak habis terbakar, ilalang berwarna kecoklatan dan abu mengitari kayu setinggi setengah meter itu terbakar. Uniknya, kayu patok batas itu tidak ikut terbakar. Padahal kayu bertuliskan  GC 01 TFT tertanggal 23-05-2013 berada di tengah areal terbakar. Maknanya pada tanggal 23 Mei 2013 APP bersama TFT  telah memasang patok batas areal moratorium. Patok batas itu menegaskan PT Ruas Utama Jaya (RUJ) salah satu supplier independen Asia Pulp and Paper (APP) yang masuk dalam Forest Consevacy Policy terbakar.

Akasia terbakar di kanal 15 milik PT RUJ. Foto Made Ali

Akasia terbakar di kanal 15 milik PT RUJ. Foto Made Ali

Sehari sebelumnya gambut juga sedang terbakar di areal PT Arara Abadi di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, satu siang bertarikh 27 Juni 2013.  Api membakar ratusan pohon akasia siap panen. “Kreeekkkkkkk, tussss,” satu pohon akasia menjulang tinggi tumbang dilalap api hampir menimpa saya. Asap putih keluar dari kedalaman gambut. Bau kepulan asap menyengat hidup meski masker tipis berwarna hijau menutupi hidung dan mulut. Mata terasa perih. Ada sekitar 300 hektare HTI PT Arara Abadi dilalap api.

Lahan HTI PT Arara Abadi terbakar di Rokan Hilir. Foto Made Ali

Lahan HTI PT Arara Abadi terbakar di Rokan Hilir. Foto Made Ali

Bersempadan dengan kanal PT Arara Abadi, sekira 500 hektare sawit hamparan sawit berwarna kehitaman terbakar. “Kebun sawit itu baru ditanam sebulan lalu milik warga di sini. Dua hari lalu (25 Juli 2013, red) kebun sawit  terbakar. Awalnya di lokasi PT Arara Abadi terbakar, karena angina kencang merembet ke sini (kebun warga). Angin di sini tak bisa diprediksi,” kata Edi Nasution, yang hari itu hanya mengenakan kaos bersama anak buahnya memadamkan api menggunakan bekko dan alat seadanya.

Sinarmas Grup Asia Pulp and Paper (SMG/APP) per 5 Februari 2013, mengumumkan pada publik terkait kebijakan konservasi APP. Inti kebijakan itu tidak lagi menebang hutan alam untuk produksi kertas, menjaga gambut dan karbon, menyelesaikan konflik dengan masyarakat tempatan dan ekspansi ke depan.

APP adalah perusahaan kertas dan pulp Indonesia berdiri sejak tahun 1978. Kini APP mengoperasikan delapan fasilitas manufaktur produk pulp dan kertas tersebar di Sumatera dan Jawa. Produksi pulp, kertas fotokopi dan printer, kertas grafis, kertas tissue dan kertas kemasan.

Hingga saat ini APP menggandeng The Forest Trust dan APCS untuk melakukan identifikasi hutan alam, gambut dan penyelesaian konflik sosial terkait implementasi FCP APP ke depan.

Namun, kebakaran lahan di PT Arara Abadi dan PT Ruas Utama Jaya membuktikan bahwa APP tidak mampu menjaga areal hutan lindung, gambut dan patok batas yang telah mereka tetapkan sendiri untuk dilindungi.

Sejak kebakaran hebat melanda Propinsi Riau pada Juni 2013, Polda Riau dan Kementerian Lingkungan Hidup belum menetapkan status tersangka terhadap peruahaan HTI. ***

Sumber: Mongabay Indonesia