Made Ali

Aku. Buku. Perlawanan!

Month: September, 2014

Kebijakan Konservasi Hutan APP Diduga Dilanggar Sendiri Oleh PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa

September 26, 2014 Made Ali dan Jay Fajar

Jikalahari (Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau) kembali menemukan salah satu perusahaan pemasok kayu alam dan akasia untuk Asia Pulp and Paper / APP (Sinar Mas Grup) melakukan pelanggaran hukum kehutanan dan Komitmen Forest Conservation Policy (FCP) yang telah dicanangkan oleh APP.

ALAT BERAT 2 DI MSK

Hasil investigasi Jikalahari tersebut tertuang dalam laporan bertajuk “Satu Pelanggaran yang dirancang sebelum FCP APP/SMG diluncurkan ke Publik” yang diluncurkan pada September 2014. Baca entri selengkapnya »

Sanksi Ekonomi Untuk Perusahaan Pembakar Hutan. Lebih Tepatkah?

September 19, 2014 Jay Fajar dan Made Ali

Kedua terdakwa berbincang dengan penasehat hukum usai majelis hakim memvonis mereka. foto Made Ali

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan Riau pada Selasa (09/09/2014) menghukum PT Adei Plantation and Industry untuk kasus kebakaran hutan dan lahan dengan denda Rp 1,5 miliar subsider lima bulan kurungan. Dan General Manager PT Adei Plantation, Danesuvaran KR Singam dihukum penjara 1 tahun serta denda Rp 2 miliar, subsider dua bulan kurungan. Baca entri selengkapnya »

Asian Agri, Dari Sawit Ilegal Sampai Penyelewengan Pajak (Bagian I dan II Tulisan)

September 12, 2014 Made Ali, Pekanbaru.

PT Rigunas Agri Utama menerima sawit terlarang. foto Eof

Truk bernomor polisi BM 8099 MF mengangkut tandan buah segar kelapa sawit dari Koridor Harimau Bukit Batabuh, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, yang telah dirambah oleh kelompok Peranap dan kelompok Sungai Santan, pada 21 November 2012 pukul 18.14 menuju ke pabrik kelapa sawit (PKS). Esoknya, pukul 10.00, truk tersebut masuk ke dalam PKS PT Rigunas Agri Utama. Baca entri selengkapnya »

Bebaskan Dua Wartawan Perancis di Papua

logo indonesie

Pihak berwenang Indonesia didesak untuk membebaskan Valentine Bourrat dan Thomas Dansois, yang ditahan sejak 6 Agustus. Mereka, kemungkinan, menghadapi tuntutan pelanggaran visa dengan hukuman maksimal lima tahun penjara. Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: