Sampah Masyarakat

by Madeali


image

“Jangan lama jadi sampah masyarakat,” tulisan di atas papan bunga untuk ucapan salah satu wisuda Universitas Medan (Unimed) pada 19 Mei 2016.

Saya tertawa dan selalu belajar dari kebudayaan Batak yang terbiasa blak blakan.

Saya kira, sampah masyarakat sesungguhnya: koruptor, perusak lingkungan hidup dan hutan, pelanggar HAM, pengemplang pajak, narkoba, dan pelaku kriminal umum dan khusus lainnya.

Sampah masyarakat kini menguasai institusi publik yang dibayar dari uang pajak, dan mereka bergentayangan di dalam tubuh: polisi, kejaksaan, hakim, legislatif, ormas, keagamaan, dunia bisnis.

Mereka yang baru saja usai wisuda lantas menganggur, bukanlah sampah masyarakat. Mereka generasi penerus bangsa yang diabaikan oleh pemerintah lantaran sistem pendidikan yang berhaluan “mencipta budak kapitalis”.

Bukankah, selama didik dari SD hingga kuliah kita didik melawan kejahatan sampah masyarakat? Selain, tentunya mensejahterakan rakyat.

Pengangguran bukan sampah masyarakat!