Korupsi Politik Dalam Proses RTRWP Riau

I

Gubernur Tidak Menemui Rakyat

Excavator dipinggir Parit yang habis dikeruk. Parit tersebut adalah gambut (Foto Made:06:05:2015)jpg
Excavator dipinggir Parit yang habis dikeruk. Parit tersebut adalah gambut (Foto Made:06:05:2015)jpg

Gubernur Riau via ajudan menyatakan akan hadir dalam dialog bersama masyarakat pukul 20.00, 21 Maret 2017 sempena 15 tahun Jikalahari di Balai LAM Riau. Okto Yugo Setyo, Staf Kampanye dan Advokasi Jikalahari terus berkomunikasi dengan ajudan via telepon maupun WA. Pukul 2015 peserta sudah memadati ruangan Balai LAM Riau. Sekira 50 an warga duduk mengeilingi meja panjang. Di tengah peserta Masniar dari Pungkat Inhil, Firdaus dari Siak, Efendi dari Pelalawan, Elvis dari Kampar, Arief dari Hipam, Habibi dari Pekanbaru, Hatta dari Kuansing, Tarmizi dari Rohil, Edy Silitonga dari Pelalawan, Abdul Manan dari Meranti. Mereka tak sabar menunggu Gubernur Riau untuk berdialog langsung. Lanjutkan membaca “Korupsi Politik Dalam Proses RTRWP Riau”

Iklan

Jokowi Membuka Jalan Korupsi “Pengendalian Karhutla” 2017

02-diskusi-publikSepanjang Januari 2017, publik kembali menuntut keadilan ruang hidup dan ekologis.

Masyarakat Bengkalis menuntut izin PT Rimba Rokan Lestari seluas 14.785 dicabut karena rumah, kebun kelapa, pinang, sagu dan sawit serta pemukiman masuk dalam areal PT RRL sejak tahun 1998, dan warga baru tahu izin PT RRL 18 tahun kemudian. PT RRL juga telah merusak gambut dan menebang hutan alam. Lanjutkan membaca “Jokowi Membuka Jalan Korupsi “Pengendalian Karhutla” 2017”

Sampah Masyarakat

image

“Jangan lama jadi sampah masyarakat,” tulisan di atas papan bunga untuk ucapan salah satu wisuda Universitas Medan (Unimed) pada 19 Mei 2016.

Saya tertawa dan selalu belajar dari kebudayaan Batak yang terbiasa blak blakan.

Saya kira, sampah masyarakat sesungguhnya: koruptor, perusak lingkungan hidup dan hutan, pelanggar HAM, pengemplang pajak, narkoba, dan pelaku kriminal umum dan khusus lainnya.

Sampah masyarakat kini menguasai institusi publik yang dibayar dari uang pajak, dan mereka bergentayangan di dalam tubuh: polisi, kejaksaan, hakim, legislatif, ormas, keagamaan, dunia bisnis.

Mereka yang baru saja usai wisuda lantas menganggur, bukanlah sampah masyarakat. Mereka generasi penerus bangsa yang diabaikan oleh pemerintah lantaran sistem pendidikan yang berhaluan “mencipta budak kapitalis”.

Bukankah, selama didik dari SD hingga kuliah kita didik melawan kejahatan sampah masyarakat? Selain, tentunya mensejahterakan rakyat.

Pengangguran bukan sampah masyarakat!

Dari Atas Langit: Hutan Ditebang

image
Foto dari atas pesawat. Satu lokasi kebun sawit di Riau

Saat hendak mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasih Riau pada 18 Mei 2016, saya memotret bentang alam dari atas langit Riau. Salah satu yang saya lihat: alat berat sedang melakukan land clearing alias menebang hutan dalam skala besar lebih dari satu hektar. Sisi kiri dan kanan hutan alam tersisa segera akan ditebang. Saya tak tahu persis lokasi dalam foto, sebab ponsel saya tanpa GPS.

Saya duga tim satgas pencegahan dan penanganan karhutla bentukan Plt Gubernur Riau tidak melihat land clearing tersebut, lantaran tak ada titik api di dalam areal yang sedang di land clearing.

Itu salah satu kelemahan tim satgas, tak bisa menjangkau perbaikan tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan di Riau: memperluas ruang kelola rakyat dengan cara mengurangi atau mencabut izin korporasi HTI dan Sawit yang memonopoli hutan dan lahan dan dapat izin dengan cara korupsi, merampas hutan tanah rakyat, merusak hutan dan lingkungan hidup dan kejahatan lainnya.

Padahal sederhana saja, tak perlu menghamburkan uang rakyat untuk padamkan api saat karhutla terjadi, di tengah Riau dilanda hujan dan hotspot berkurang, segera perbaiki tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan Riau.

Apalagi BMKG Riau kembali merilis kemarau panjang terjadi di Juni hingga Oktober 2016. #

EoF Temukan APRIL Tebang Jalur Hijau Di Pelalawan

Oleh Made Ali. Sumber : Mongabay Indonesia

Kayu alam ditumpuk di Konsesi PT RAPP di Ukui Pelalawan. Foto EoF

Eyes On The Forest (EoF) pada 1 Mei 2015, menemukan sejumlah truk antrean membawa kayu-kayu dari hutan alam menuju pabrik bubur kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), anak perusahaan dari APRIL (Asia Pacific Resources International Limited). Lanjutkan membaca “EoF Temukan APRIL Tebang Jalur Hijau Di Pelalawan”

Sebuah foto muda

image

Empat foto di ambil pada 2011, 2012 dan 2013. Ia punya cerita tersendiri saat saya ikut dalam bagian advokasi menyelamatkan hutan dan perang melawan koruptor. Foto foto ini, punya makna ketika, saya tak lagi muda. He he he he