Made Ali

Aku. Buku. Perlawanan!

Don Quixote

Don Quixote

Untuk melawan kegilaan, kita butuh cara-cara kegilaan jua untuk menghentikan kegilaan. Bagaimana mungkin?

Alonzo Quinjano membaca sebuah buku tebal di atas di ruang atas di rumah kecilnya pada musim semi. Ada juga buku tebal lainnya berserakan di kursi dan di atas lantai. Pikirannya dipenuhi gagasan-gagasan liar, seolah-olah dia hidup di mimpi dan angan-angan.  Baca entri selengkapnya »

Iklan

Kahlil Gibran

Kahlil gibran

Membaca Kahlil Gibran, di tengah kejahatan perubahan iklim yang aktornya adalah kapitalisme korporarasi, bisa jadi satu cara kuno untuk melawan ketidakadilan dengan cara,”mengagungkan kehidupan sederhana, menjalani kehidupan ala lingkungan pedesaan, jauh dari distraksi dan mesinisasi gaya perkotaan,” kata Barbara Young—Karya Laki-laki dari Lebanon Sebuah Studi Khalil Gibran—“Kehidupan semacam inilah yang ingin ditawarkan Gibran tawarkan kepada umat manusia.  Baca entri selengkapnya »

Pak Tua Membaca Kisah Cinta

pak tua baca buku

Antonio Jose Bolivar Proano mencopot gigi palsunya, membungkusnya dengan sapu tangan. Sambil menyumpahi bule yang bertanggungjawab atas tragedi ini, menyumpahi pak Walikota, menyumpahi para pendulang emas, menyumpahi semua orang yang telah melacurkan perawan Amazonnya, ia menebas sebatang ranting tebal dengan parangnya. Bertongkatkan ranting itu ia berangkat menuju El Idilio, menuju gubuknya, menuju novel-novelnya yang membicarakan cinta dengan kata-kata yang demikian indah sampai kadang membuatnya lupa akan kebiadaban manusia. Baca entri selengkapnya »

Seni Mata Tajam EoF

MTE

Pada Oktober 2017, Prof Hariadi Kartodihardjo setuju buku terbarunya berjudul “Di Balik Krisis Ekosistem” terbitan LP3ES dilaunching bersamaan dengan buku EoF berjudul “Mata Tajam Eyes On The Forest”. Karena dua buku itu diberi Kata Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kami merancang agar buku itu langsung di luncurkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Baca entri selengkapnya »

Konstitusi Hijau

Konstitusi Hijau

Ide ecocracy, seolah “membangunkan” Mas Achmad Santosa—lebih dari 30 tahun mengabdi sebagai aktifis, dosen dan peneliti lingkungan hidup—untuk memanfaatkan ide itu.”Belum terpikirkan oleh saya untuk mengembangkan gagasan ini dan pentingnya memperjuangkan green constitution,” kata Mas Ota—sapaan akrab—dalam Kata Sambutan buku Green Constitution karya Prof Jimly Asshiddiqie, ahli tata negara Indonesia.

“Dalam wacana tingkat global pun, komunitas hukum lingkungan masih sibuk dengan menormakan pembangunan berkelanjutan ke dalam peraturan perundang-undangan (legislasi),” kata mas Ota,”krisisi daya dukung ekosistem dan lingkungan hidup yang dihadapi Indonesia sangat nyata, konstitusionalisasi norma hukum lingkungan menjadi sangat diperlukan seiring dengan ikhtiar kita memperkuat demokrasi dan negara hukum, serta tata pemerintahan yang baik.” Baca entri selengkapnya »

Para Pelacurku Yang Sendu

Para pelacur sendu

Buku Para Pelacurku Yang Sendu karya Gabriel Garcia Marquez mengingatkan tentang, hidup ada batasnya.

“Usia bukanlah masalah berapa umurmu, tapi bagaimana kau merasakan ketuaan itu,” kata Profesor Camacho Y Cano, pemeran utama dalam buku itu. “Tak peduli apapun yang kau lakukan, tahun ini atau seratus tahun lagi, kau tetap akan mati selama-lamanya.”

Namun, bagaimana kematian datang? Di usia berapa? Yang kusukan dari Gabriel Garcia Marquez, seperti biasanya: bercerita kehidupan sosial yang muram di tengah kekuasaan, dengan caranya sendiri yang kadang alurnya sulit ditebak. Ia mengajak kita untuk berpikir dan merenung tentang kehidupan sosial, kali ini di Kolombia: kemiskinan melahirkan pelacuran. Kekuasaan juga melahirkan pelacuran. Sejarah kolonialisme Spanyol di Amerika Latin, melahirkan kemiskinan hingga tubuh pun jadi komoditi.  Baca entri selengkapnya »

Kapitalisme Semu Asia Tenggara

Kapitaisme Semu

Jelang lepas landas menuju Jakarta dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim pada Oktober 2017, membuka-buka halaman koran Tempo, saya terhenti pada sepotong kalimat dari Zulkifli Hasan. Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: