Made Ali

Aku. Buku. Perlawanan!

POLISI BEKERJA UNTUK SIAPA?

Di Pekanbaru.

13892340_10206463778104543_2303638775143428236_n

Pada 19 Juli 2016 atau empat hari jelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Siak yang dihadiri Jusuf Kalla Wakil Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan menteri lainnya dan Kepala Daerah se Indonesia, Jikalahari merilis di depan 40 an wartawan,  Polda Riau telah menhentikan perkara 11 dari 18 korporasi diduga pembakar hutan dan lahan tahun 2015.  Baca entri selengkapnya »

Kapolri Tito Karnavian: “Jadi Bukan Yang Sudah Terjadi, Tapi Yang Ke Depan.”

003 SP3 Jakarta.jpg

Pada 7 September 20116, MenLHK Siti Nurbaya dan Kapolri Tito Karnavian mengadakan pertemuan di gedung Manggala Wanabakti KLHK terkait penegakan hukum karhutla.  Baca entri selengkapnya »

Foto Kongkow

k2

Di Pekanbaru. 

Kamis, 1 September 2016.

Pernyataan Sikap BEM Universitas Riau bersama Publik Melawan Karhutla (Walhi, Bahana Mahasiswa, Jikalahari, Fitra Riau, LBH Pekanbaru, Riau Reset Centre dan Dr Elvriadi pakar lingkungan) merilis “Kongkow-kongkow Polisi Dengan Pengusaha Pembakar Hutan dan Lahan”.  Baca entri selengkapnya »

Perihal Penghentian 15 Korporasi Karhutla Riau 2015

 

002 SP3 Jakarta

Hari ini, Selasa 30 Agustus 2016, tepat 41 hari penghentian perkara 15 korporasi pembakar hutan dan lahan tahun 2015 oleh Polda Riau diketahui masyarakat Indonesia. Pada 19 Juli 2016, Jikalahari merilis di depan wartawan perihal penghentian 11 dari 18 korporasi karhutla—belakangan Polda Riau merilis 15 perusahaan yang sudah dihentikan perkaranya. Ternyata penghentian perkara (SP3) telah dimulai sejak Januari 2016.

Kapolri Tito Karnavian belum juga membuka informasi lengkap terkait siapa ahli yang merekomendasikan SP3, titik koordinat lokasi kebakaran (TKP) dan mengapa tujuh bulan kemudian baru “diumumkan” ke publik? Baca entri selengkapnya »

Ekosida

icym

Husni di FB @Icym memotret kota Duri, Bengkalis, diselimuti polusi asap, pada 27/08/2016

Asap tipis muncul di areal Rawa Bening, Kota Pekanbaru, pada Minggu, 28 Agustus 2016, sekira pukul 08.00. Di dalam rumah, polusi asap “belum” masuk. Saya menghirup udara melalui hidung, sepertinya belum berbau asap. Baca entri selengkapnya »

SOLASTALGIA

thumb_IMG_6363_1024Dan, saya masih mengalami solastalgia, di tengah Hari Bumi, Kamis 22 April 2016. Bumi, tempat saya bermastautin dirusak oleh pihak yang kuat bernama korporasi, cukong dan elit politik.

Riau dikuasasi korporasi dan Cukong: 595 korporasi Kehutanan, Perkebunan Kelapa Sawit dan Pertambangan. Kehutanan: 58 IUPHHK HTI, 3 IUHH HA, 5 IUPHHK RE,  2 IUHHK BK, 2 Pabrik Pulp dan Kertas. Kelapa sawit: perkebunan kelapa sawit 288, PKS 121 perusahaan, kebun terintegrasi PKS 104 perusahaan. Tambang: 12 izin tambang. Khusus sawit dan HTI menguasasi hampir 6 dari 8 juta hektar hutan dan lahan Riau. Semua korporasi itu merampas hutan adat, hutan masyarakat tempatan tempat mereka hidup jauh sebelum Indonesia merdeka.  Baca entri selengkapnya »

Korupsi! Korupsi! Korupsi!

BETUL JUGA, kata Bakir, sekarang zaman merdeka. Kalau masih dengan cara kolonial—menunggu kenaikan gaji melulu—awak takkan bisa kaya.

thumb_IMG_6290_1024

Penggalan kalimat itu termaktub dalam Korupsi karya Pramoedya Ananta Toer. Pada 1953—bermukim di Belanda selama enam tahun—Pram menulis kisah Korupsi  Pram menulis dengan bahasa mudah dimengerti, ringkas dan selalu mengajak kita berpikir keras, menebak akhir cerita.

Tokoh Bakir, seorang pegawai negeri. Kakeknya pegawai. Bapaknya pegawai. Dua puluh tahun Bakir jadi pegawai, dimulai sejak magang. Kian hari, kian berkurang harta benda dan umurnya.

Cerita Bakir tua, orang paling jujur di kantornya memimpin persetujuan pengadaan barang, dengan jabatan kepala bagian atau kepala kantor, tiba-tiba tak tahan dengan penderitaan hidupnya: Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: