Made Ali

Aku. Buku. Perlawanan!

POLISI BEKERJA UNTUK SIAPA?

Di Pekanbaru.

13892340_10206463778104543_2303638775143428236_n

Pada 19 Juli 2016 atau empat hari jelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Siak yang dihadiri Jusuf Kalla Wakil Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan menteri lainnya dan Kepala Daerah se Indonesia, Jikalahari merilis di depan 40 an wartawan,  Polda Riau telah menhentikan perkara 11 dari 18 korporasi diduga pembakar hutan dan lahan tahun 2015.  Baca entri selengkapnya »

SOLASTALGIA

thumb_IMG_6363_1024Dan, saya masih mengalami solastalgia, di tengah Hari Bumi, Kamis 22 April 2016. Bumi, tempat saya bermastautin dirusak oleh pihak yang kuat bernama korporasi, cukong dan elit politik.

Riau dikuasasi korporasi dan Cukong: 595 korporasi Kehutanan, Perkebunan Kelapa Sawit dan Pertambangan. Kehutanan: 58 IUPHHK HTI, 3 IUHH HA, 5 IUPHHK RE,  2 IUHHK BK, 2 Pabrik Pulp dan Kertas. Kelapa sawit: perkebunan kelapa sawit 288, PKS 121 perusahaan, kebun terintegrasi PKS 104 perusahaan. Tambang: 12 izin tambang. Khusus sawit dan HTI menguasasi hampir 6 dari 8 juta hektar hutan dan lahan Riau. Semua korporasi itu merampas hutan adat, hutan masyarakat tempatan tempat mereka hidup jauh sebelum Indonesia merdeka.  Baca entri selengkapnya »

Korupsi! Korupsi! Korupsi!

BETUL JUGA, kata Bakir, sekarang zaman merdeka. Kalau masih dengan cara kolonial—menunggu kenaikan gaji melulu—awak takkan bisa kaya.

thumb_IMG_6290_1024

Penggalan kalimat itu termaktub dalam Korupsi karya Pramoedya Ananta Toer. Pada 1953—bermukim di Belanda selama enam tahun—Pram menulis kisah Korupsi  Pram menulis dengan bahasa mudah dimengerti, ringkas dan selalu mengajak kita berpikir keras, menebak akhir cerita.

Tokoh Bakir, seorang pegawai negeri. Kakeknya pegawai. Bapaknya pegawai. Dua puluh tahun Bakir jadi pegawai, dimulai sejak magang. Kian hari, kian berkurang harta benda dan umurnya.

Cerita Bakir tua, orang paling jujur di kantornya memimpin persetujuan pengadaan barang, dengan jabatan kepala bagian atau kepala kantor, tiba-tiba tak tahan dengan penderitaan hidupnya: Baca entri selengkapnya »

Sampah Masyarakat

image

“Jangan lama jadi sampah masyarakat,” tulisan di atas papan bunga untuk ucapan salah satu wisuda Universitas Medan (Unimed) pada 19 Mei 2016.

Saya tertawa dan selalu belajar dari kebudayaan Batak yang terbiasa blak blakan.

Saya kira, sampah masyarakat sesungguhnya: koruptor, perusak lingkungan hidup dan hutan, pelanggar HAM, pengemplang pajak, narkoba, dan pelaku kriminal umum dan khusus lainnya.

Sampah masyarakat kini menguasai institusi publik yang dibayar dari uang pajak, dan mereka bergentayangan di dalam tubuh: polisi, kejaksaan, hakim, legislatif, ormas, keagamaan, dunia bisnis.

Mereka yang baru saja usai wisuda lantas menganggur, bukanlah sampah masyarakat. Mereka generasi penerus bangsa yang diabaikan oleh pemerintah lantaran sistem pendidikan yang berhaluan “mencipta budak kapitalis”.

Bukankah, selama didik dari SD hingga kuliah kita didik melawan kejahatan sampah masyarakat? Selain, tentunya mensejahterakan rakyat.

Pengangguran bukan sampah masyarakat!

Dari Atas Langit: Hutan Ditebang

image

Foto dari atas pesawat. Satu lokasi kebun sawit di Riau

Saat hendak mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasih Riau pada 18 Mei 2016, saya memotret bentang alam dari atas langit Riau. Salah satu yang saya lihat: alat berat sedang melakukan land clearing alias menebang hutan dalam skala besar lebih dari satu hektar. Sisi kiri dan kanan hutan alam tersisa segera akan ditebang. Saya tak tahu persis lokasi dalam foto, sebab ponsel saya tanpa GPS.

Saya duga tim satgas pencegahan dan penanganan karhutla bentukan Plt Gubernur Riau tidak melihat land clearing tersebut, lantaran tak ada titik api di dalam areal yang sedang di land clearing.

Itu salah satu kelemahan tim satgas, tak bisa menjangkau perbaikan tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan di Riau: memperluas ruang kelola rakyat dengan cara mengurangi atau mencabut izin korporasi HTI dan Sawit yang memonopoli hutan dan lahan dan dapat izin dengan cara korupsi, merampas hutan tanah rakyat, merusak hutan dan lingkungan hidup dan kejahatan lainnya.

Padahal sederhana saja, tak perlu menghamburkan uang rakyat untuk padamkan api saat karhutla terjadi, di tengah Riau dilanda hujan dan hotspot berkurang, segera perbaiki tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan Riau.

Apalagi BMKG Riau kembali merilis kemarau panjang terjadi di Juni hingga Oktober 2016. #

Prolog-Epilog 14 Tahun Jikalahari Melawan Monopoli Hutan dan Lahan Riau

Buku: 14 Tahun Jikalahari Melawan Monopoli Hutan dan Lahan

Buku Jikalahari ok

PROLOG; Mukadimah, Pengantar Sebelum Sampai Kepada ke Tujuan Baca entri selengkapnya »

Rakyat Riau Terpapar Polusi Kabut Asap

Sepanjang Januari-November 2015, Rakyat Riau menghirup polusi kabut asap dari pembakar hutan dan lahan gambut.

musim korupsi asap

Polusi asap kian pekat dan menyelimuti Riau terparah sejak Juni-November 2015. ISPU[1] selalu berada di level “Berbahaya”, bahkan melebihi ambang batas ISPU. Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: